Powered By Blogger

Jumat, 27 Desember 2013

Pulau Sempu (Malang, Jawa Timur)


Rencana yang secara tiba-tiba dalam benak saya dan kawan-kawan adalah untuk mengisi liburan akhir tahun 2013 adalah menikmati indahnya Pulau Sempu yang dikata adalah Pantai paling indah di Malang Raya. Tanggal 21 Desember malam dengan sengaja, tidak ada persiapan khusus untuk berangkat ke Malang selatan besok harinya, karena berdasarkan pengalaman terdahulu perencanaan yang matang malah mengakibatkan kegagalan rencana. Yeaayh sakit atii!
Esok harinya Tanggal 22 Desember yang bertepatan dengan Hari Ibu tiba. Peralatanpun tak ada dan sangat berbahaya untuk kami semua (Koyok arep Perang waelah). Peralatan seperti:
- Tenda
- Kompor Portable Mini dan
- Peralatan lain untuk survival kabeh ganok!
Dan Segera kami beraksi.......go go go Power Rangers!!!
Mandi pagi, dan pergi ke Rental Adventure untuk melengkapi semua, karena dalam Motto Memecahkan masalah dalam keadaan yang bermasalah akan membuat kita semakin terasah! Yuhuuu!
sayang dalam kami beraksi ke persewaan, ada satu peralatan yang tidak urung kami temuii yaitu KOMPOR meledup. Tak apelah, tanpa adanya Kompor meledup kita tetap melanjutkan petualangan kami ke Surga terpencil Pulau Jawa ini. Dan Anggota kami adalah:
- Progo (nama samaran)
- We we er  (nama samaran)
- Bertoldo  (nama samaran)
- Ndandung  (nama samaran)

Tepat Pukul 11.00 wib kami gasss!
Perjalanan dengan kecepatan tinggi kami lalui.
Perjalanan melawan hujan dan menantang kita lewati.
Berhenti di Pasar Tradisional Turen alternatif kami,
untuk melengkapi semua kebutuhan survival kami.
Dan akhirnya tercipta Puisi yang berakhiran (i) ahaha

Terengteng teng teng..... Dan Akhirnya............Alhamdulillah Sekitar 2,5 jam kami tiba di Pantai Sendang Biru yang merupakan Post Pertama untuk menaruh kendaraan kami sebelum menyebrang di Pulau sebelah yang menakjubkan itu....Pulau Sempu. Memasuki kawasan Pantai Sendang Biru kita akan banyak dikenakan tarif yang tak sesuai harapan, adanya oknum yang melakukan penyelewengan dana yang tidak sesuai peraturan daerah yang berlaku seperti pengenaan tarif masuk yang tidak sesuai. Di sini macam" biaya yang dikenakan untuk ke Pulau Sempu diantaranya:
- Tiket masuk Kawasan Sendang Biru Rp 9000 perak yang seharusnya Rp 2000 perak
- Parkir per/motor Rp 10.000
- Ijin Perhutani satu Tim Rp 20.000
- dan Menyebrang Rp 100.000 untuk PP penyebrangan max 10-11 manusia.
Ok lanjut sajalah, mengenai tarif yang seenaknya sendiri dikenakan kepada pengunjung.
Oh ya kami nyampe di sana Pukul 13.30 wib
ini penampakan Pantai Sendang Birunya.



Karena waktu semakin sore dan menjelang malam kami segera pesan perahu yang akan kita tumpangi menyebrang ke Pulau Sempu. Disitu kita bareng bersama tim dari Bandung dengan anggota 7 orang karena anggota kami cuman 4 orang total armada perahu kami 12 orang dengan kapten perahu. Perjalanan menyebrang sekitar 15 menit dan sampailah di Pulau Sebrang. 



Setelah itu kita baru tracking dengan medan lumpur dan terjall menggumpal :D selama 3 jam perjalanan....
OK dan akhirnya terbayar lunas tuntas pas tanpa kembalian dengan keindahan Pulau Kecil yang Indah SEMPU... Kami datang! yuhuuu!!! Let's Rocknroll Beiiibeh!






Kami tiba sekitar Pukul 17.30 wib disambut dengan yang namanya Hujan Pulau Sempu :D.



Minggu, 21 Juli 2013

Perjalanan Mahameru

Tanggal 5 sampai 9 Juni 2013 adalah Hari yang spesial sekaligus bersejarah buat saya dan Wong Pitu Team, karena tepat pada hari itu kami bisa mencapai Target dan Tujuan kami yaitu mendaki Puncak Mahameru dan kembali ke rumah masing - masing dengan selamat. Alhamdulillah. Rencana untuk ke Mahameru sebenarnya rencana lama yang selalu tertunda, karena selalu berbenturan dengan jadwal dan agenda lain baik di kampus ataupun luar kampus, dan akhirnya bisa terealisasikan juga bersama Wong Pitu. Gunung Semeru merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa yang mempunyai ketinggian 3676 mdpl. 

Persiapan malam sebelum keberangkatan Tanggal 4 Juni 2013. Persiapan perlengkapan dan logistik selama perjalanan Mahameru.

Rencana kami berangkat dari Malang Rabu Pagi pukul 06.00 wib tapi karena kita di Indonesia dengan alasan yang tak terhingga jadi molor kira kira hampir stengah jam, dan berangkat 06.30 wib. Dan bismillah dimulailah perjalanan kami Ke Mahameru.

Pagi itu kita start ber enam dengan tekad bulad untuk mencapai Puncak Mahameru, rencana awal kita lewat Tumpang dan berhenti di Pasar Tumpang untuk mengisi perut dengan aneka menu Pasar Tumpang yang bervariasi nabati hehehe. Dan pecel lah yang akhirnya bisa meluluhkan hati saya pada pagi itu.
Selesai mengisi perut di Pasar Tumpang kita melanjutkan perjalanan. Setelah kurang lebih perjalanan dengan lika likunya jalan dan joglangan :D kita nyampe di Desa terakhir yang harus kita lewati untuk menuju puncak Mahameru adalah desa Ranu Pane, Sekitar Pukul 10.30 wib.Tempat penitipan sepeda motor dan semua jenis kendaraan yang dibawa oleh Pendaki dititipkan Di Parkiran Ranu Pane dan sekaligus tempat pendataan, penyerahan persyaratan Pendaki ada di sana. Oh iya, di Perjalanan menuju gerbang masuk tadi kita mendapatkan Sosok Misterius yang masuk dalam nominasi The Best Nekad Traveller sosok itu ialah Cak Ilham, ini penampakannya 

Akhirnya kita menjadi bertujuh orang yang sepakat kita beri nama "Wong Pitu".

Sampai sini dulu dongeng yang mengisahkan Perjalanan Mahameru oleh Wong Pitu Team , Cerita selanjutnya akan segera dirilis (Capek Nulis Makk, maklum Newbie). Coming Soon !



Kamis, 04 Oktober 2012

Gaplek asale soko Telo !



Salah satu Pantai yang ada di Desaku :)Pemandangan AlamnyaSaya lahir di Trenggalek 27 November 1991 dari pasangan Rahmadi dan Suparti di sebelah Selatan Kota Trenggalek Munjungan tepatnya. Munjungan adalah desa kecil di pesisir Pantai Selatan Pulau Jawa, emang sih namanya jarang didengar karena banyak yang gak tau dan terpencil tempatnya, selain itu jalan yang ditempuh dari kota sampek desaku ini sekitar 2 jam dan yang bikin berfikir 2,3,4,5 kali untuk main kesana adalah rusaknya ruas ruas jalan yang dilewati banyak jalanan berlubang yang sampai sekarang belom ada solusi dari pemerintah daerah, padahal banyak tempat tenpat beutipul yang bisa dikunjungi di sana. Kalok saya inget inget mulai saya mencari ilmu di SMA Kota sampai kuliah semester 5 ini belom ada solusi untuk menangani masalah kerusakan jalan Kampak Munjungan ini. Karena tempat tinggal saya di desa kecil di pesisir selatan ini dengan segala keterbatasannya kami (anak Munjungan) sering mendapatkan ejekan ataupun olokan dari anak anak laen, tapi itu merupakan hal yang biasa bagi kami dan tidak menyurutkan semangat belajar kami untuk meraih cita cita dan mimpi kami menjadi orang SUCCES yang membangun Bangsa ini. Nopan Anesta Surahmad nama yang diberikan orangtua kepada saya untuk mengarungi hidup dengan lika likunya ini. Punya 2 saudara yang udah gede gede yang banyak menginspirasi saya selama ini untuk menjadi manusia yang lebih baik, walaupun waktu kecil dulu sering berantem, maen tonjok tonjokan satu sama lain :D, sampek nangis nangis hehehe maklum lah masih kecil belom ngerti menghargai saudara yang merupakan icon paling penting di dunia ini selain kedua orang tua. Ib'tida Urohman adalah saudaraku yang pertama dan Puri Mawardi adalah saudaraku nomor dua. Mereka adalah adalah inspirasi yang menjadikan saya lebih mengerti tentang arti keluarga dan mengerti tentang meraih cita cita. Alhamdulillah mereka sekarang udah bisa membantu keluarga dengan hasil kerjanya dan juga membantu biaya kuliah saya. Kami bertiga punya karakteristik yang berbeda beda dan keras itu salah satu yang menjadikan kami sering berbeda pendapat, banyak hal hal kecil yang menjadi masalah, tapi wajarlah namanya laki laki yang selalu ingin pendapatnya selalu benar tapi itu dulu, sekarang kita punya tujuan masing masing bukan lagi meributkan masalah yang sepele yang tak ada penyelesaiannya. Sekarang lebih berfikir bagaimana untuk mewujudkan cita cita, menjadi orang yag sukses dan membahagiakan kedua orang tua yang tentunya dengan cara kami sendiri yang berbeda beda.


Semester 5 Program studi perpajakan di Universitas Brawijaya adalah posisiku sekarang sebagai pelajar yang mencari ilmu sebanyak mungkin untuk mewujudkan semua impian dan cita citanya, di Perpajakan ini awalnya saya hanya iseng ngambil prodi ini kayaknya menarik dan bergelut dalam urusan uang terus :D asyekkk (tapi bukan karena kasus Mr. G**yus  T loo hehe) , setelah semakin mengerti dan paham tentang artinya pajak di Indonesia ini saya semakin bersemangat untuk menekuni pajak, karena sekarang Pajak merupakan pendapatan negara paling besar sekitar 70%nya pendapatan negara dari sektor pajak. Selain itu di Indonesia masih kurangnya pihak pegawai pajak yang mengurusi masalah perpajakan wajib pajak.


Kita lihat di Jepang,jumlah pegawai Jepang mencapai 80.000 orang sementara jumlah penduduknya hanya sekitar 120 juta. Sementara Indonesia dengan jumlah penduduk sebanyak 237,6 juta hanya mempunyai pegawai pajak sebanyak 32.000 orang. Rasio perbandingannya terlalu tinggi.


Karena itu, Ditjen Pajak berharap bisa menambah jumlah pegawai hingga 40.000 hingga 2014.Semoga dengan usaha dan kerja keras saya saya bisa mewujudkan cita cita saya menjadi orang yang berguna bagi bangsa. amien.