Powered By Blogger

Kamis, 04 Oktober 2012

Gaplek asale soko Telo !



Salah satu Pantai yang ada di Desaku :)Pemandangan AlamnyaSaya lahir di Trenggalek 27 November 1991 dari pasangan Rahmadi dan Suparti di sebelah Selatan Kota Trenggalek Munjungan tepatnya. Munjungan adalah desa kecil di pesisir Pantai Selatan Pulau Jawa, emang sih namanya jarang didengar karena banyak yang gak tau dan terpencil tempatnya, selain itu jalan yang ditempuh dari kota sampek desaku ini sekitar 2 jam dan yang bikin berfikir 2,3,4,5 kali untuk main kesana adalah rusaknya ruas ruas jalan yang dilewati banyak jalanan berlubang yang sampai sekarang belom ada solusi dari pemerintah daerah, padahal banyak tempat tenpat beutipul yang bisa dikunjungi di sana. Kalok saya inget inget mulai saya mencari ilmu di SMA Kota sampai kuliah semester 5 ini belom ada solusi untuk menangani masalah kerusakan jalan Kampak Munjungan ini. Karena tempat tinggal saya di desa kecil di pesisir selatan ini dengan segala keterbatasannya kami (anak Munjungan) sering mendapatkan ejekan ataupun olokan dari anak anak laen, tapi itu merupakan hal yang biasa bagi kami dan tidak menyurutkan semangat belajar kami untuk meraih cita cita dan mimpi kami menjadi orang SUCCES yang membangun Bangsa ini. Nopan Anesta Surahmad nama yang diberikan orangtua kepada saya untuk mengarungi hidup dengan lika likunya ini. Punya 2 saudara yang udah gede gede yang banyak menginspirasi saya selama ini untuk menjadi manusia yang lebih baik, walaupun waktu kecil dulu sering berantem, maen tonjok tonjokan satu sama lain :D, sampek nangis nangis hehehe maklum lah masih kecil belom ngerti menghargai saudara yang merupakan icon paling penting di dunia ini selain kedua orang tua. Ib'tida Urohman adalah saudaraku yang pertama dan Puri Mawardi adalah saudaraku nomor dua. Mereka adalah adalah inspirasi yang menjadikan saya lebih mengerti tentang arti keluarga dan mengerti tentang meraih cita cita. Alhamdulillah mereka sekarang udah bisa membantu keluarga dengan hasil kerjanya dan juga membantu biaya kuliah saya. Kami bertiga punya karakteristik yang berbeda beda dan keras itu salah satu yang menjadikan kami sering berbeda pendapat, banyak hal hal kecil yang menjadi masalah, tapi wajarlah namanya laki laki yang selalu ingin pendapatnya selalu benar tapi itu dulu, sekarang kita punya tujuan masing masing bukan lagi meributkan masalah yang sepele yang tak ada penyelesaiannya. Sekarang lebih berfikir bagaimana untuk mewujudkan cita cita, menjadi orang yag sukses dan membahagiakan kedua orang tua yang tentunya dengan cara kami sendiri yang berbeda beda.


Semester 5 Program studi perpajakan di Universitas Brawijaya adalah posisiku sekarang sebagai pelajar yang mencari ilmu sebanyak mungkin untuk mewujudkan semua impian dan cita citanya, di Perpajakan ini awalnya saya hanya iseng ngambil prodi ini kayaknya menarik dan bergelut dalam urusan uang terus :D asyekkk (tapi bukan karena kasus Mr. G**yus  T loo hehe) , setelah semakin mengerti dan paham tentang artinya pajak di Indonesia ini saya semakin bersemangat untuk menekuni pajak, karena sekarang Pajak merupakan pendapatan negara paling besar sekitar 70%nya pendapatan negara dari sektor pajak. Selain itu di Indonesia masih kurangnya pihak pegawai pajak yang mengurusi masalah perpajakan wajib pajak.


Kita lihat di Jepang,jumlah pegawai Jepang mencapai 80.000 orang sementara jumlah penduduknya hanya sekitar 120 juta. Sementara Indonesia dengan jumlah penduduk sebanyak 237,6 juta hanya mempunyai pegawai pajak sebanyak 32.000 orang. Rasio perbandingannya terlalu tinggi.


Karena itu, Ditjen Pajak berharap bisa menambah jumlah pegawai hingga 40.000 hingga 2014.Semoga dengan usaha dan kerja keras saya saya bisa mewujudkan cita cita saya menjadi orang yang berguna bagi bangsa. amien.








Tidak ada komentar: